Doran Souvenir – Indonesia memiliki beragam tradisi adat yang menggunakan benda-benda sederhana sebagai bagian dari rangkaian upacara. Salah satunya adalah bleketepe yang dikenal dalam tradisi Jawa dan kerap digunakan dalam persiapan pernikahan adat. Lantas, apa itu bleketepe dan apa makna di balik pemasangannya? Berikut penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Konten dalam artikel ini
ToggleApa Itu Bleketepe?
Bleketepe merupakan salah satu bagian dari tradisi Jawa yang menggunakan anyaman daun kelapa dalam rangkaian persiapan pernikahan adat. Benda sederhana ini memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan penyucian diri dan lingkungan sebelum acara pernikahan.
Menurut KBBI, bleketepe adalah anyaman daun kelapa yang dipasang di depan rumah sebagai tanda adanya pesta pernikahan dan biasanya berkaitan dengan pemasangan tarub sebagai peneduh atau atap sementara. Dalam beberapa sumber, istilah bleketepe dikaitkan dengan bale katapi yang merujuk pada tempat untuk memisahkan atau membuang hal-hal yang dianggap kotor.
Bentuknya berupa daun kelapa yang dianyam secara menyilang dan dalam pelaksanaan modern tidak selalu digunakan dalam jumlah banyak seperti dahulu. Bahkan, satu lembar bleketepe kini dapat dipasang sebagai simbol di area depan rumah atau sekitar dekorasi janur.
Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR
Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR
Baca juga: Tradisi Pernikahan Suku Dayak: Harmoni Adat, Alam, dan Kehidupan

Makna Bleketepe dalam Pernikahan Adat Jawa
Bleketepe bukan sekadar hiasan untuk mempercantik rumah saat pernikahan adat Jawa. Pemasangannya menjadi salah satu penanda bahwa keluarga mulai memasuki rangkaian hajatan sekaligus menyampaikan harapan baik bagi calon pengantin dan keluarga.
Dalam beberapa pelaksanaan adat, prosesi ini dilakukan bersamaan atau berdekatan dengan pemasangan tarub serta perlengkapan tradisional lainnya. Makna tersebut mencakup beberapa hal yang saling berkaitan. Pertama, bleketepe menjadi tanda dimulainya hajatan pernikahan sekaligus menunjukkan kesiapan keluarga untuk menerima tamu dan menjalankan prosesi berikutnya.
Kedua, pemasangannya memiliki makna penyucian diri yang secara simbolis ditujukan kepada calon pengantin, orang tua, keluarga, serta pihak yang terlibat dalam hajatan agar rangkaian acara dimulai dalam keadaan baik. Ketiga, bleketepe menjadi simbol penyucian lokasi acara karena tempat yang digunakan dipersiapkan untuk menyambut keluarga dan tamu serta menjalankan berbagai prosesi pernikahan.
Tradisi ini juga berkaitan dengan fungsi bleketepe pada masa lalu sebagai bagian dari peneduh atau atap sementara dalam tarub, sehingga penggunaannya kemudian memiliki nilai filosofis dalam pernikahan adat Jawa.
Baca juga: Tradisi Pernikahan Suku Toraja: Warisan Budaya yang Tetap Hidup

Harapan yang Terkandung dalam Pemasangan Bleketepe
Dalam filosofi yang berkembang di masyarakat Jawa, bleketepe juga dikaitkan dengan harapan untuk menolak bala atau menjauhkan berbagai hal buruk. Makna ini masih berkaitan dengan simbol penyucian diri dan lokasi sebelum rangkaian pernikahan dimulai.
Bleketepe bukan berarti memiliki kemampuan praktis untuk mencegah sesuatu secara langsung karena maknanya lebih berupa simbol dan doa agar hajatan berjalan tanpa gangguan serta kehidupan baru kedua mempelai berlangsung dengan baik.
Harapan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perlengkapan pernikahan adat Jawa lainnya seperti janur, pohon pisang, pisang raja, tebu, kelapa, dan berbagai daun tertentu. Setiap unsur memiliki penafsiran simbolis yang berkaitan dengan kehidupan kedua mempelai.
Pisang raja, misalnya, dikaitkan dengan harapan kemakmuran dan kemuliaan, sedangkan tebu dan cengkir juga memiliki filosofi tersendiri. Karena itu, pemasangan bleketepe menjadi bagian dari rangkaian simbol yang membawa harapan agar pasangan dapat menjalani rumah tangga dengan baik, memperoleh kebahagiaan, dan mampu menghadapi perjalanan kehidupan bersama.
Baca juga: Apa Itu Tea Pai? Mengenal Upacara Teh dalam Pernikahan Tionghoa
Penutup
Bleketepe menjadi salah satu simbol dalam pernikahan adat Jawa yang menunjukkan bagaimana benda sederhana dapat memiliki makna budaya yang mendalam. Selain menandai dimulainya hajatan, tradisi ini juga membawa simbol penyucian diri dan lokasi serta harapan agar kedua mempelai mendapatkan kehidupan rumah tangga yang baik dan bahagia.
Jika Anda sedang mempersiapkan pernikahan dan membutuhkan custom souvenir pernikahan terbaik, Doran Souvenir dapat menjadi pilihan untuk melengkapi momen spesial Anda. Hubungi Customer Service Doran Souvenir melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan dan kebutuhan souvenir pernikahan Anda.
Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR
