Apa Itu Paes? Mengenal Riasan Sakral Pengantin Adat Jawa

September 24, 2025

Doran Souvenir – Pernikahan adat Jawa selalu memancarkan pesona keagungan dan kekhidmatan yang tak lekang oleh waktu. Salah satu elemen paling ikonik dan menjadi pusat perhatian dalam penampilan seorang pengantin wanita Jawa adalah riasan di dahinya. Riasan inilah yang dikenal dengan sebutan Paes. Namun, apa itu paes sebenarnya? Lebih dari sekadar hiasan, Paes adalah sebuah karya seni adiluhung yang sarat akan doa dan makna filosofis.

Bagi para calon pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan dengan adat Jawa, atau bagi siapa pun yang mengagumi kekayaan budaya Nusantara, memahami seluk-beluk Paes akan memberikan apresiasi yang lebih dalam. Mulai dari jenisnya yang beragam, makna di setiap lekukannya, hingga proses pembuatannya yang sakral, Paes adalah representasi dari harapan dan doa bagi mempelai wanita yang akan memasuki babak baru kehidupannya.

Apa Itu Paes Jawa?

Mengenal Paes Jawa: Jenis, Makna, dan Cara Membuatnya: Definisi
popbela

Dalam tata rias pengantin adat Jawa, Paes memegang peranan sentral sebagai mahkota kecantikan yang penuh simbol. Riasan ini bukan sekadar makeup biasa, melainkan sebuah identitas budaya yang diaplikasikan melalui prosesi yang penuh ketelitian dan seringkali diiringi dengan ritual-ritual tertentu untuk memastikan kesakralannya tetap terjaga.

Paes adalah riasan wajah tradisional pengantin wanita Jawa yang diaplikasikan pada bagian dahi. Riasan ini dibuat menggunakan bahan khusus berwarna hitam pekat yang disebut pidih, yaitu sejenis lilin malam yang dilelehkan dan dicampur dengan jelaga. Pola riasan Paes memiliki bentuk-bentuk lengkungan yang khas dan simetris, membingkai wajah pengantin dan memberikan sentuhan anggun, sakral, serta agung.

Secara tradisional, proses pembuatan dan pengaplikasian Paes tidak dilakukan oleh sembarang orang, melainkan oleh seorang juru rias khusus yang tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga memahami makna spiritual di baliknya. Proses merias Paes seringkali diiringi dengan doa-doa dan bahkan puasa oleh sang juru rias untuk memastikan hasilnya sempurna dan membawa berkah bagi sang pengantin.

Baca Juga: Sinduran Adalah: Makna dan Proses dalam Adat Pernikahan Jawa

Jenis Paes Jawa

Paes Yogyakarta vs paes solo
sc: hipwee

Meskipun secara umum terlihat sebagai riasan hitam di dahi, Paes Jawa sebenarnya memiliki beberapa jenis atau corak yang berbeda. Perbedaan ini merepresentasikan gaya khas dari dua pusat kebudayaan Jawa yang agung, yaitu Keraton Surakarta (Solo) dan Keraton Yogyakarta. Setiap gaya memiliki ciri khas bentuk dan filosofinya masing-masing.

1. Paes Solo

Paes gaya Solo, yang berasal dari Keraton Surakarta, dikenal dengan bentuknya yang lebih runcing dan dinamis, seringkali digambarkan menyerupai bentuk kuncup atau daun sirih. Gaya riasan ini terbagi lagi menjadi dua varian utama yang sangat populer, yaitu Solo Putri dan Solo Basahan.

Paes Solo Putri memiliki ciri khas warna Paes yang hitam pekat dan legam, memberikan kesan yang klasik dan elegan tanpa hiasan tambahan. Sementara itu, varian lainnya adalah Paes Solo Basahan. Varian ini memiliki bentuk dasar yang sama dengan Solo Putri, namun dengan tambahan bingkai berwarna keemasan (prada) di sepanjang tepi lengkungan Paes.

Penambahan bingkai emas ini memberikan sentuhan yang lebih mewah, megah, dan agung, yang seringkali digunakan dalam upacara pernikahan yang lebih besar dan formal.

2. Paes Yogyakarta

Berbeda dengan gaya Solo yang runcing, Paes gaya Yogyakarta memiliki ciri khas bentuk lengkungan yang cenderung lebih tumpul, lebar, dan tegas, seringkali digambarkan menyerupai bentuk pucuk daun sirih. Sama seperti gaya Solo, Paes Jogja juga memiliki dua varian utama, yaitu Jogja Putri dan Jogja Paes Ageng.

Paes Jogja Putri memiliki bentuk yang khas berwarna hitam pekat, memberikan kesan yang anggun dan sederhana namun tetap sakral. Varian yang lebih megah adalah Paes Jogja Paes Ageng, yang sering disebut juga sebagai Jogja Basahan.

Varian ini memiliki tambahan bingkai prada emas di tepiannya, namun dengan bentuk yang lebih tebal dan megah dibandingkan Solo Basahan. Paes Ageng secara harfiah berarti “riasan agung” dan secara historis hanya digunakan oleh putri-putri Sultan.

Makna Filosofis Paes Jawa

Mengenal Paes Jawa: Jenis, Makna, dan Cara Membuatnya: Filosofi
weddingku

Setiap lengkungan dan bentuk yang digoreskan dalam riasan Paes bukanlah sekadar hiasan tanpa arti. Masing-masing elemen ini memiliki nama dan makna filosofisnya sendiri. Secara kolektif, bentuk-bentuk ini merupakan untaian doa dan harapan yang disematkan pada dahi sang mempelai wanita untuk bekalnya dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.

1. Gajahan

Gajahan, atau yang disebut juga panunggul, adalah bentuk lengkungan terbesar yang berada tepat di tengah dahi, menyerupai bentuk setengah bulatan telur. Bentuk ini adalah elemen utama dan menjadi pusat dari seluruh riasan Paes. Secara filosofis, bentuk ini merupakan simbol dari harapan tertinggi agar sang wanita ditinggikan derajatnya, dihormati, dan menjadi istri yang mulia dalam keluarganya kelak.

Selain itu, Gajahan juga melambangkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi pengingat bagi sang pengantin untuk selalu menempatkan Tuhan di posisi tertinggi dalam setiap langkah rumah tangganya. Bentuknya yang menyerupai gunung juga diartikan sebagai harapan agar pasangan tersebut memiliki kedudukan yang tinggi dan terhormat.

2. Pengapit

Pengapit adalah dua lengkungan yang lebih kecil yang berada persis di sisi kanan dan kiri Gajahan, seolah-olah mengapit bentuk utama tersebut. Bentuknya yang runcing dan posisinya yang mengapit bentuk utama melambangkan fungsi kontrol atau penyeimbang dalam kehidupan.

Pengapit ini merupakan doa agar sang pengantin wanita mampu menjalankan kehidupannya dengan seimbang, baik antara urusan duniawi dan spiritual, maupun antara hak dan kewajibannya. Pengapit menjadi simbol harapan agar ia mampu mengendalikan hawa nafsu dan selalu berjalan di jalan yang lurus dan benar.

3. Penitis

Penitis adalah dua lengkungan yang lebih kecil lagi, yang posisinya berada di sebelah luar dari Pengapit. Bentuknya yang presisi, simetris, dan rapi melambangkan bahwa segala sesuatu dalam hidup harus memiliki tujuan yang jelas dan terarah. Ini adalah simbol dari sebuah perencanaan yang matang.

Makna di baliknya adalah sebuah harapan agar rumah tangga yang akan dibangun memiliki fondasi dan tujuan yang lurus dan terencana dengan baik untuk mencapai kebahagiaan bersama. Penitis menjadi pengingat bagi pasangan untuk selalu menetapkan tujuan yang baik dalam pernikahan mereka.

4. Godheg

Godheg adalah lengkungan yang berada di area cambang atau pelipis, dengan bentuk yang khas menyerupai kuncup bunga turi atau terkadang digambarkan seperti kail. Bentuk ini adalah satu-satunya elemen Paes yang tidak berada di dahi, melainkan sedikit turun ke arah pipi, melambangkan kebijaksanaan dan introspeksi diri.

Secara filosofis, Godheg adalah simbol harapan agar kedua mempelai selalu mawas diri, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan tidak cepat mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang. Selain itu, bentuknya yang menyerupai kuncup bunga juga menjadi doa agar pasangan tersebut segera diberikan keturunan yang baik dan saleh.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Venue Wedding Pekalongan Elegan & Affordable

Tahapan Membuat Paes

Mengenal Paes Jawa: Tahapan Membuatnya
seputarpernikahan

Proses cara buat paes jawa adalah sebuah ritual yang sakral dan membutuhkan tingkat ketelitian, kesabaran, serta ketenangan yang tinggi dari sang juru rias. Tahapan-tahapan ini dilakukan secara berurutan untuk memastikan hasil akhir yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sempurna secara makna.

1. Membersihkan dan Menyiapkan Wajah

Langkah paling awal adalah memastikan wajah pengantin dalam keadaan bersih total dari kotoran, minyak, atau sisa makeup. Setelah itu, juru rias akan melakukan proses kerik, yaitu menghilangkan atau membersihkan rambut-rambut halus di sekitar dahi dan pelipis menggunakan pisau khusus yang sangat tajam.

Proses ini bertujuan untuk menciptakan “kanvas” yang benar-benar bersih dan mulus, sehingga Paes dapat menempel dengan sempurna dan terlihat rapi tanpa gangguan dari rambut halus. Proses kerik ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan memerlukan keahlian khusus.

2. Membuat Pola Dasar

Sebelum mengaplikasikan pidih yang berwarna hitam pekat, juru rias akan membuat pola dasar atau sketsa Paes di dahi pengantin. Pola ini biasanya dibuat menggunakan pensil alis atau concealer berwarna terang. Proses ini adalah yang paling krusial karena akan menentukan bentuk, ukuran, dan kesimetrisan dari keseluruhan riasan Paes.

Juru rias akan dengan sangat hati-hati menggambar bentuk Gajahan, Pengapit, Penitis, dan Godheg sesuai dengan pakem adat (Solo atau Jogja) dan menyesuaikannya dengan proporsi wajah sang pengantin. Kesimetrisan antara sisi kanan dan kiri menjadi kunci utama dalam tahap ini.

3. Mengaplikasikan Pidih

Setelah pola dasar disetujui dan dianggap sempurna, barulah juru rias mulai mengaplikasikan pidih. Pidih yang sudah dilelehkan dan memiliki konsistensi seperti pasta kental akan diaplikasikan secara perlahan di dalam area pola yang sudah dibuat. Proses “mengisi” ini dilakukan dengan sangat teliti menggunakan kuas kecil atau alat khusus.

Dibutuhkan tangan yang stabil dan konsentrasi yang tinggi untuk memastikan warnanya merata, tebal, dan tidak ada yang keluar dari garis pola. Proses ini adalah inti dari pembuatan Paes, di mana setiap goresan kuas diyakini mengandung doa dan harapan.

Baca Juga: Etika Penulisan Nama Tamu Undangan yang Benar dan Sopan

Penutup

Itulah informasi mengenai apa itu paes yang lebih dari sekadar riasan. Paes adalah simbol, doa, dan sebuah karya seni yang merepresentasikan harapan tertinggi dari keluarga untuk kebahagiaan sang pengantin. Keindahannya yang tak lekang oleh waktu menjadi bukti betapa kayanya budaya dan tradisi pernikahan di Indonesia.

Setiap detail dalam perayaan pernikahan Anda adalah cerminan dari doa dan harapan, sama seperti makna yang terkandung dalam setiap lengkungan Paes. Begitu pula dengan cenderamata yang Anda berikan kepada para tamu. Souvenir pernikahan bukan hanya kenang-kenangan, tetapi juga ungkapan terima kasih yang tulus. Butuh souvenir custom untuk pernikahan? pesan via WhatsApp di sini.

Tags:

100 Kata Nasehat Pernikahan untuk Membangun Rumah Tangga Harmonis
Syarat Nikah di KUA 2025: Panduan Lengkap Dokumen dan Cara Daftar

Artikel Terkait

7 Rekomendasi Tempat Christmas Dinner Terbaik untuk Rayakan Natal Bersama Keluarga
7 Tempat Natal di Jakarta yang Seru dan Instagramable untuk Liburan Akhir Tahun
5 Inspirasi Gift Set Kantor Eksklusif untuk Tingkatkan Citra Perusahaan
Apa Itu Digital Printing? Mengenal Teknik Cetak Modern untuk Souvenir
7 Ide Kado Pernikahan untuk Saudara (Pria & Wanita) yang Bermanfaat