Arti Kue Keranjang Saat Imlek dan Makna di Baliknya

January 21, 2026

Doran Souvenir – Setiap kali Tahun Baru Imlek tiba, ada satu hidangan yang hampir pasti muncul di rumah keluarga Tionghoa yaitu kue keranjang. Kue ini bukan hanya camilan manis yang disantap bersama keluarga, tetapi juga simbol budaya yang sarat makna dan sejarah panjang. Dari dapur rumah hingga altar sembahyang, kue ini hadir sebagai penghubung antara tradisi leluhur, harapan masa depan, dan nilai kebersamaan yang dijaga turun-temurun. Sebenarnya apa arti kue keranjang ini dalam Imlek? Ini penjelasannya!

Apa Itu Kue Keranjang?

Kue keranjang dikenal dengan nama Nian Gao dalam bahasa Mandarin dan Ti Kwe dalam dialek Hokkien. Kue ini dibuat dari tepung beras ketan dan gula yang dimasak lalu dikukus dalam waktu lama sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan lengket dengan warna cokelat keemasan. Rasa manisnya terasa kuat dan khas, sementara daya tahannya tergolong sangat lama jika dibandingkan dengan banyak kue tradisional lainnya.

Sebutan kue keranjang sendiri muncul karena proses pencetakannya yang menggunakan wadah berbentuk keranjang bambu. Di Indonesia, kue ini juga kerap disebut sebagai kue bakul, dodol Cina, atau jenang Cina karena bahan dan teksturnya yang mirip dengan dodol khas Nusantara, sehingga membuatnya terasa akrab di lidah masyarakat lokal.

Baca juga: 7 Hadiah Imlek untuk Bos yang Bisa Mempererat Hubungan Kerja di Tahun Baru

Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR

Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR

Apa Itu Kue Keranjang
sc: GPT Generate Image

Sejarah Kue Keranjang dalam Budaya Tionghoa

Sejarah kue keranjang telah ada sejak ribuan tahun lalu di Tiongkok karena catatan kuliner menyebutkan makanan berbahan ketan seperti Nian Gao sudah dikenal lebih dari dua ribu tahun silam dan berkembang pada masa dinasti kuno. Pada awalnya, kue ini dibuat sebagai sajian persembahan untuk leluhur dan dewa, lalu seiring berjalannya waktu menjadi hidangan khas Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek.

Tradisi tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia, sejalan dengan migrasi masyarakat Tionghoa, sehingga di Indonesia kue keranjang mulai dikenal luas sejak abad ke-19 dan menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara.

Selain nilai sejarahnya, kue keranjang juga lekat dengan berbagai cerita mitologi yang hidup dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa. Salah satu legenda paling populer adalah kisah raksasa Nian yang turun ke desa saat musim dingin, kemudian penduduk membuat kue ketan manis agar raksasa tersebut kenyang dan tidak mengganggu manusia, sehingga nama Nian Gao dipercaya berasal dari cerita ini.

Ada pula kepercayaan tentang Dewa Tungku yang diberi kue keranjang agar mulutnya lengket dan hanya menyampaikan laporan baik kepada Kaisar Langit, sehingga kue ini biasanya dipersembahkan menjelang Imlek. Selain itu, kisah sejarah perang juga menyebutkan kue ketan sebagai cadangan makanan saat kota dikepung, yang semakin memperkuat makna kue keranjang sebagai simbol ketahanan hidup dan harapan di masa sulit.

Baca juga: 7 Minuman Khas Imlek yang Wajib Ada di Meja, Dipercaya Bawa Hoki

Makna dan Filosofi Kue Keranjang Saat Imlek
sc: Gemini Generate Image

Makna dan Filosofi Kue Keranjang Saat Imlek

Makna kue keranjang tidak bisa dilepaskan dari bentuk, rasa, tekstur, dan proses pembuatannya karena seluruh unsur tersebut mengandung filosofi yang saling berkaitan. Nama Nian Gao memiliki bunyi yang menyerupai harapan akan peningkatan dari tahun ke tahun sehingga kue ini dimaknai sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan persatuan keluarga, sementara teksturnya yang lengket mencerminkan hubungan yang erat antaranggota keluarga agar tetap rukun dan saling menopang. Proses pembuatannya yang panjang juga mengajarkan nilai kesabaran dan ketekunan, sedangkan rasa manisnya menjadi doa agar kehidupan di tahun baru dipenuhi kebahagiaan dan suka cita.

Tradisi Penyajian dan Cara Menikmati Kue Keranjang

Kue keranjang biasanya mulai disiapkan sekitar satu minggu sebelum Tahun Baru Imlek dan pada awalnya digunakan sebagai persembahan untuk leluhur serta dewa. Dalam beberapa tradisi, kue ini tidak langsung dimakan dan baru disantap setelah Cap Go Meh sebagai bentuk penghormatan terhadap makna spiritualnya.

Selain itu, kue keranjang juga kerap dibagikan kepada kerabat, tetangga, dan teman sebagai simbol berbagi rezeki serta doa baik di awal tahun. Saat teksturnya mulai mengeras, kue keranjang umumnya diolah kembali dengan cara digoreng menggunakan balutan telur dan tepung, dikukus lalu disajikan bersama kelapa parut, atau dimasak menjadi hidangan manis lainnya.

Seiring perkembangan zaman, kue keranjang tidak hanya hadir dalam bentuk dan rasa tradisional, tetapi juga mengalami inovasi dengan tambahan rasa seperti pandan, cokelat, dan keju. Di beberapa daerah, Nian Gao bahkan diolah menjadi hidangan gurih yang dimasak bersama sayuran atau daging, menunjukkan fleksibilitasnya dalam berbagai budaya.

Baca juga: 7 Pantangan Imlek dan Maknanya dalam Tradisi Tahun Baru Tionghoa

Penutup

Kue keranjang bukan sekadar hidangan khas Imlek, tetapi juga sarat makna tentang harapan, kebersamaan, dan doa baik untuk tahun yang baru. Dari proses pembuatannya hingga cara penyajiannya, setiap detail mencerminkan nilai budaya yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga kehadirannya selalu dinantikan saat perayaan Imlek tiba.

Untuk melengkapi momen Imlek yang penuh makna, Anda juga bisa membagikan kebahagiaan melalui hampers Imlek yang elegan dan berkesan. Doran Souvenir menyediakan berbagai pilihan hampers Imlek yang cocok untuk keluarga, kerabat, maupun relasi bisnis, dengan desain menarik dan isi berkualitas. Jadikan perayaan Imlek tahun ini lebih istimewa dengan berbagi hampers Imlek dari Doran Souvenir sebagai simbol doa, perhatian, dan harapan baik di awal tahun.

Tags:

Shio Kuda di Tahun 2026, Makna, Tantangan, dan Peluang Besar di Tahun Kuda Api
5 Shio Paling Beruntung di 2026 Tahun Kuda Api Menurut Astrologi Tionghoa

Artikel Terkait

8 Tren Model Baju Lebaran 2026: Inspirasi Outfit Muslimah yang Elegan, Nyaman, dan Kekinian

Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR

Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR