Doran Souvenir – Apakah Anda tahu bahwa ada beberapa pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan saat Imlek? Seperti yang Anda tahu, Imlek adalah perayaan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa yang didasarkan pada kalender lunisolar. Selain memiliki sejarah dan tradisi yang kuat, ada juga kepercayaan untuk tidak melakukan beberapa pantangan Imlek ini. Apa saja itu? Selengkapnya di bawah ini!
Pantangan Imlek

Pantangan Imlek dipercaya karena berakar dari perpaduan kepercayaan rakyat, simbol bahasa, dan pengalaman turun-temurun yang sarat makna. Di balik kesan larangan atau takhayul, pantangan ini sebenarnya mengandung pesan moral tentang kehati-hatian, keharmonisan keluarga, serta upaya membangun suasana positif di awal tahun.
Selain itu, banyak pantangan berkaitan dengan permainan kata dalam bahasa Mandarin yang melambangkan keberuntungan maupun kesialan. Karena itulah, pantangan Imlek tidak sekadar aturan, tetapi cara simbolis untuk mengundang kebaikan dan menghindari hal buruk, yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.
1. Pantangan Saat Memilih Pakaian
Saat Imlek, memakai pakaian rusak atau sobek menjadi salah satu pantangan yang masih dipercaya hingga kini. Pakaian lama dianggap melambangkan kesulitan dan hal kurang baik dari masa lalu sehingga sebaiknya tidak dibawa ke tahun yang baru.
Karena alasan inilah, banyak keluarga memilih mengenakan pakaian baru sebagai simbol meninggalkan hal buruk dan memulai lembaran baru. Pantangan juga berlaku pada pemilihan warna pakaian. Warna hitam dan putih umumnya dihindari karena identik dengan suasana duka.
Sebagai gantinya, warna-warna cerah seperti merah atau emas lebih dianjurkan karena dianggap selaras dengan suasana perayaan. Dengan menghindari pilihan pakaian yang dianggap negatif, perayaan Imlek diharapkan dapat berlangsung dengan lebih tenang dan penuh makna.
Baca juga: Jenis Baju Imlek yang Perlu Anda Coba Saat Tahun Baru Cina

2. Jangan Menyapu dan Membuang Sampah
Membersihkan rumah memang dianjurkan sebelum Imlek agar suasana lebih rapi dan nyaman saat menyambut tahun baru. Namun pada hari pertama Imlek, aktivitas menyapu lantai atau membuang sampah justru dianggap sebagai pantangan karena dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan yang baru datang.
Oleh karena itu, banyak keluarga memilih menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah sebelum malam pergantian tahun. Pantangan ini bukan berarti kebersihan diabaikan, melainkan lebih kepada menjaga simbol awal yang baik.
Sampah dan debu dianggap mewakili rezeki yang sudah masuk ke rumah sehingga tidak boleh dikeluarkan sembarangan. Biasanya, aktivitas bersih-bersih baru dilakukan kembali setelah beberapa hari Imlek berlalu agar keberuntungan tetap terjaga di awal tahun.
3. Dilarang Mencuci Pakaian dan Keramas
Selain urusan kebersihan rumah, penggunaan air juga memiliki pantangan tersendiri saat Imlek. Mencuci pakaian dan keramas biasanya dihindari pada dua hari pertama karena diyakini bertepatan dengan hari kelahiran Dewa Air. Penggunaan air secara berlebihan dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan.
Di samping itu, mencuci rambut juga dimaknai sebagai membuang rezeki karena bunyi kata rambut yang berkaitan dengan kemakmuran dalam bahasa Mandarin. Karena alasan tersebut, banyak orang memilih merapikan diri sebelum Imlek agar tidak melanggar pantangan ini.
4. Jauhi Penggunaan Benda Tajam dan Merusak Barang
Selama perayaan Imlek, penggunaan benda tajam seperti gunting, pisau, atau jarum sebaiknya dihindari karena dipercaya melambangkan konflik dan terputusnya hubungan. Pada masa lalu, pantangan ini juga dimaknai sebagai bentuk penghargaan agar terutama perempuan dapat beristirahat dari pekerjaan menjahit. Hingga sekarang, makna simbolis tersebut masih dijaga oleh sebagian masyarakat sebagai upaya menjaga keharmonisan di awal tahun.
Selain itu, memecahkan piring, gelas, atau benda kaca lainnya juga dianggap sebagai pantangan karena melambangkan ketidakharmonisan dan kehilangan. Jika kerusakan terjadi tanpa disengaja, biasanya akan diucapkan doa keselamatan untuk menetralkan makna buruknya. Pecahan benda kemudian dibungkus dengan kertas merah sebagai simbol perlindungan sekaligus harapan agar hal kurang baik tidak berlanjut.
Baca juga: 8 Makanan Khas Imlek, Lezat dan Sarat Makna

5. Pantangan Seputar Kesehatan
Pada hari pertama Imlek, sebagian orang masih menghindari minum obat atau pergi ke rumah sakit karena dipercaya dapat membawa penyakit sepanjang tahun. Meski begitu, seiring perubahan zaman, pandangan ini tidak lagi diterapkan secara kaku.
Dalam kondisi mendesak, kesehatan tetap menjadi prioritas dan pengobatan dilakukan tanpa dianggap melanggar tradisi. Pantangan ini kini lebih dimaknai sebagai simbol harapan agar tahun baru dijalani dengan tubuh yang sehat. Di tengah kehidupan modern, banyak pantangan Imlek dijalankan secara lebih fleksibel dan simbolis.
Tidak semua orang merasa perlu mematuhinya secara ketat terutama bila berurusan dengan kesehatan, namun nilai utamanya tetap dijaga. Pantangan berperan dalam membangun suasana awal tahun yang penuh kehati-hatian, rasa saling menghormati, dan niat baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
6. Jangan Meminjamkan Uang
Saat Imlek, meminjam atau meminjamkan uang umumnya dihindari karena dipercaya dapat membawa kesulitan finansial yang berkepanjangan. Oleh sebab itu, banyak orang berusaha menyelesaikan urusan utang sebelum Imlek agar tahun baru dimulai tanpa beban. Pantangan ini dimaknai sebagai harapan agar kondisi keuangan sepanjang tahun berjalan lebih lancar.
Selain soal utang, pemberian angpao juga memiliki aturan tidak tertulis. Jumlah uang genap lebih disukai karena melambangkan keberuntungan yang berlipat ganda. Melalui aturan simbolis ini, masyarakat berharap rezeki yang dibagikan dapat kembali dalam bentuk kebaikan.
7. Pantangan Terkait Kunjungan Keluarga
Dalam tradisi Imlek, terdapat pantangan mengenai waktu kunjungan keluarga, terutama bagi perempuan yang telah menikah. Secara adat, seorang istri tidak dianjurkan mengunjungi rumah orang tuanya pada hari pertama Imlek. Kunjungan tersebut biasanya dilakukan pada hari kedua atau ketiga sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga suami.
Seiring perkembangan zaman, aturan ini mulai diterapkan dengan lebih fleksibel. Meski begitu, sebagian keluarga masih menjaga tradisi tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Baca juga: Sejarah Imlek dan Maknanya dalam Kehidupan Masyarakat Tionghoa
Penutup
Beragam pantangan Imlek di atas pada dasarnya mengajarkan kita untuk memulai tahun baru dengan sikap lebih hati-hati, penuh rasa syukur, dan pikiran yang positif. Tradisi ini bukan sekadar larangan, melainkan simbol doa agar kehidupan di tahun yang baru berjalan lebih harmonis, sehat, dan dipenuhi keberuntungan. Dengan memahami maknanya, perayaan Imlek pun terasa lebih bermakna dan sarat nilai kebersamaan bersama keluarga.
Agar suasana Imlek semakin hangat dan berkesan, jangan lupa lengkapi momen berbagi dengan hampers Imlek yang elegan dan penuh makna. Anda dapat langsung memilih berbagai hampers Imlek eksklusif di Doran Souvenir, mulai dari desain klasik hingga modern, cocok untuk keluarga, rekan bisnis, maupun orang terdekat. Yuk, rayakan Imlek dengan berbagi kebahagiaan, beli hampers Imlek terbaik hanya di Doran Souvenir!
