Doran Souvenir – Puasa Ramadan tidak hanya sebatas menahan makan dan minum sejak fajar hingga maghrib. Lebih dari itu, puasa adalah latihan menyeluruh yang melibatkan hati, pikiran, dan perilaku. Setiap larangan saat bulan puasa merupakan bagian penting untuk menjaga kualitas ibadah agar tetap bernilai di sisi Allah, bukan sekadar rutinitas tahunan yang berlalu begitu saja.
Bulan Ramadan hadir sebagai bulan penuh kemuliaan, ketika umat Muslim berlomba memperbanyak amal dan memperbaiki diri. Namun semangat beribadah perlu diimbangi dengan pola hidup yang sehat dan sikap yang bijak. Jangan sampai niat baik justru terganggu oleh kebiasaan yang merugikan tubuh maupun mengikis pahala puasa. Berikut larangan dan kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari selama puasa. Simak sampai akhir.
10 Larangan Saat Bulan Puasa

Larangan saat berpuasa memiliki peran penting dalam menjaga agar ibadah Ramadan tetap sah, berkah, dan bernilai di hadapan Allah SWT. Setiap larangan tidak hadir tanpa makna, melainkan menjadi pagar agar umat Islam mampu menjaga kekhusyukan, adab, serta kesehatan fisik dan mental selama menjalankan puasa.
Perlu dipahami bahwa sebagian larangan ini tidak selalu membatalkan puasa secara hukum. Namun jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat mengurangi pahala dan esensi puasa itu sendiri. Oleh karena itu, memahami dan menghindarinya menjadi langkah bijak agar Ramadan benar-benar menjadi momen perbaikan diri. Berikut penjelasannya.
Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR
Yuk Lihat Katalog Produk dan Dapatkan Penawaran Menarik di DORAN SOUVENIR
1. Bergosip
Gosip adalah kebiasaan membicarakan orang lain tanpa kehadirannya, baik dengan cerita yang dilebih-lebihkan maupun informasi yang sebenarnya benar. Selama bulan Ramadan, perilaku ini menjadi salah satu larangan yang sebaiknya benar-benar dijauhi karena dampaknya sangat merusak hubungan sosial dan ketenangan hati.
Dalam Islam, gosip dikenal sebagai ghibah dan disamakan dengan memakan daging saudara sendiri. Meskipun puasa secara teknis tetap berjalan, pahala yang dikumpulkan bisa terkikis perlahan. Ramadan seharusnya menjadi waktu melatih lisan agar lebih terjaga, bukan justru memperbanyak obrolan yang tidak bermanfaat.
2. Tidur Berlebihan
Tidur memang sering dianggap sebagai cara aman untuk menghindari hal-hal yang membatalkan puasa. Namun jika dilakukan secara berlebihan, tidur justru dapat mengurangi produktivitas dan semangat ibadah selama Ramadan. Waktu siang hari seharusnya bisa dimanfaatkan untuk bekerja, membaca Al-Qur’an, atau berdzikir. Meski dianjurkan, tetapi menjadikan tidur sebagai pelarian dari rasa lapar justru menghilangkan kesempatan meraih pahala.
Baca Juga: 7 Tips Menjalani Puasa dengan Lebih Sehat dan Semangat, Sederhana!

3. Sengaja Makan dan Minum
Sengaja makan dan minum saat puasa jelas menjadi larangan utama yang membatalkan ibadah. Allah SWT telah menjelaskan dengan tegas batas waktu puasa dalam Al-Qur’an, yaitu dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Larangan ini mengajarkan kedisiplinan dan kepatuhan. Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga melatih kesadaran diri untuk patuh pada aturan, meskipun tidak ada yang melihat secara langsung.
4. Sengaja Muntah
Muntah yang terjadi tanpa disengaja tidak membatalkan puasa. Namun berbeda halnya jika dilakukan dengan sengaja. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang sengaja muntah diwajibkan mengganti puasanya di hari lain. Larangan ini mengingatkan bahwa menjaga kondisi tubuh selama puasa juga merupakan bentuk tanggung jawab terhadap ibadah.
5. Kebiasaan Melewatkan Sahur
Melewatkan sahur sering dianggap sepele, padahal sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina selama puasa. Tanpa sahur, tubuh lebih cepat lemas dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. Jika kebiasaan larangan saat bulan puasa satu ini dilakukan terus-menerus, risiko gangguan kesehatan pun meningkat. Sahur bukan hanya soal makan, tetapi juga kesempatan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental.
Baca Juga: 6 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental

6. Minum Air Berlebihan saat Sahur
Minum air dalam jumlah banyak saat sahur sering dianggap solusi agar tidak cepat haus. Namun kenyataannya, konsumsi air berlebihan justru membuat tubuh sering buang air kecil dan kehilangan cairan lebih cepat. Cara yang lebih bijak adalah membagi konsumsi air sejak berbuka hingga sebelum tidur. Dengan begitu, tubuh tetap terhidrasi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman selama berpuasa.
7. Melakukan Kegiatan Seksual
Hubungan intim di siang hari selama puasa termasuk larangan yang membatalkan puasa. Larangan ini berlaku meskipun dilakukan oleh pasangan suami istri. Islam memberikan kelonggaran dengan menghalalkan hubungan suami istri di malam hari. Hal ini menunjukkan bahwa puasa bukan menekan fitrah manusia, melainkan mengatur waktu dan adab agar ibadah tetap terjaga.
8. Memasukkan Sesuatu dengan Sengaja ke Dalam Tubuh
Larangan ini berkaitan dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh dengan tujuan menghilangkan lapar atau haus. Para ulama mengqiyaskan hal ini dengan makan dan minum. Namun jika sesuatu masuk tanpa disengaja, seperti air saat mandi atau berenang, maka puasa tetap sah. Dari sini, puasa mengajarkan pentingnya niat dan kesadaran dalam setiap tindakan.
9. Olahraga Terlalu Dekat dengan Waktu Berbuka
Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi melakukannya terlalu dekat dengan waktu berbuka, terutama setelah makan berat, dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Sebaiknya beri jeda waktu yang cukup antara makan dan olahraga. Dengan begitu, tubuh bisa mencerna makanan dengan baik dan aktivitas fisik tetap terasa nyaman selama Ramadan.
10. Mengadu Domba
Mengadu domba atau namimah merupakan perilaku menyampaikan perkataan seseorang kepada pihak lain dengan tujuan memicu konflik. Perilaku ini sangat merusak nilai puasa karena menumbuhkan kebencian dan permusuhan. Ramadan seharusnya menjadi bulan untuk memperbaiki hubungan, bukan memperkeruh suasana. Menjaga lisan dan niat menjadi kunci agar puasa tidak kehilangan maknanya.
Baca Juga: Niat Puasa Ramadan Beserta Artinya, Pastikan Sah!

Penutup
Menjalankan puasa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga sikap, kebiasaan, dan niat dalam setiap aktivitas. Dengan menghindari larangan saat bulan puasa di atas, kita tidak hanya menjaga keabsahan puasa, tetapi juga memaksimalkan nilai spiritual dan kesehatan selama bulan suci.
Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk berbagi dan mempererat silaturahmi. Jika Anda ingin menyiapkan souvenir Ramadan yang berkesan untuk keluarga, kolega, atau kebutuhan acara, Doran Souvenir siap membantu menghadirkan pilihan souvenir yang bermakna. Hubungi WhatsApp untuk pemesanan!
